First Impression Honda Super Cub C125: Bebek Legendaris Honda

Beautiful, classic, and timeless… mungkin 3 kata itulah yang menurut saya dapat menggambarkan impresi saya mengenai Honda Super Cub 125 yang akhirnya resmi diluncurkan dan dijual oleh AHM saat pergelaran GIIAS 2018 pada hari kamis tanggal 2-8-2018. Motor ini cantik karena memang Honda mendesain motor ini dengan hati – hati dan dengan penuh perhatian serta setiap detail dibuat dengan material yang sangat bagus. Motor ini klasik karena memang desainnya berdasarkan pada Honda Super Cub yang legendaris, sehingga walau motor ini modern dan berteknologi jaman sekarang, namun garis desainnya tidak meninggalkan desain yang telah dibuat selama 60 tahun. Terakhir, motor ini timeless, karena desain Super Cub yang tidak termakan jaman ini tetap dapat diterjemahkan dengan baik oleh Honda ke dalam bentuk Super Cub C125 yang modern. Beneran deh bro dan sis, untuk mereka yang mengerti Honda Super Cub dan bahkan orang awam sekalipun, bisa terpana jika melihat langsung si Super Cub C125 ini…

Sebelum kita membahas motornya, yuk kita mengintip sedikit sejarah mengenai Honda Super Cub, Honda Super Cub sendiri diciptakan dan didesain langsung oleh founding father-nya Honda, yaitu Mr. Soichiro Honda dan partnernya, Mr. Takeo Fujisawa. Ide membuat Super Cub tercetus pada tahun 1956, ketika itu Mr. Honda dan Mr. Fujisawa melakukan kunjungan ke Eropa dan melihat bahwa motor scooter waktu itu sedang booming di Eropa. Mereka pun tercetus ide untuk membuat sepeda motor bermesin kecil seperti scooter yang ada di Eropa, namun mereka melihat bahwa scooter dengan segala kekurangannya, sangatlah tidak cocok untuk daerah berkembang apalagi yang banyak jalan yang rusak. Mr. Fujisawa menginginkan motor yang gampang dipelihara (easy to mantain), murah, daya tahannya kuat, teknologinya simple, dapat digunakan oleh siapa saja, dan motor tersebut dapat digunakan satu tangan oleh para pembawa soba di jepang (karena tangan yang lain digunakan untuk membawa soba) untuk keperluan delivery.

Dengan segala kenginan yang diutarakan oleh Mr. Fujisawa, maka Mr. Honda pun mendesain motor yang sesuai dengan segala kriteria yang dinginkan oleh Mr. Fujisawa, maka terciptalah pada tahun 1958, Honda Super Cub generasi pertama lahir dan pada saat itu laku keras bro and sis. Penjualan Honda Super Cub sangatlah sukses, bahkan dianggap sebagai salah satu ikon otomotif pada abad 20. Kesuksesan penjualan Honda Super Cub pun tercermin sampai sekarang, dimana pada tahun 2018 ini, produksi Super Cub sudah sampai 100 juta unit. 100 juta unit itu banyak banget bro and sis, dan itu semua dicapai dalam waktu 60 tahun. Jadi bisa dibilang umur Super Cub termasuk tua lah yah, 60 tahun sudah melalang buana dijalanan  sebagai motor yang bisa digunakan semua orang.

Okee deh, tidak perlu pakai lama lagi, yuk kita lihat seperti apa detail dari Honda Super Cub C125 ini… Oh yah, sebelumnya saya meminta maaf jika fotonya kurang bagus dan kurang rapih. Saya sendiri masih newbie dengan kamera jadi butuh banyak belajar….

Overall Desain

Jujur saja, waktu pertama kali melihat langsung si Super Cub ini, saya pribadi langsung terpana dengan bentuk desainnya. Lihat di foto ajah cantik, pas ketemu langsung ternyata lebih cantik lagi bro and sis. Disini terlihat bahwa Honda berhasil menangkap kembali desain Super Cub generasi awal dan menerjemahkannya kedalam desain yang lebih modern. Ciri khas Super Cubnya masih sangat terasa bro and sis. Lihat saja, seperti setang model seagull (camar), pelindung kaki / body depan khas Super Cub, detail tulisan Super Cub dan lambang C125, masih digunakannya pelindung rantai, suspensi belakang model tabung, dan beberapa printilan lain yang membuat Super Cub C125 2018 layak disebut sebagai penerus Super Cub dijaman modern. Bisa dibilang, ini benar – benar Super Cub yang kena sentuhan modern. Saya sendiri memang bukan die hard fans Super Cub, namun melihat langsung motor ini saja, saya langsung jatuh hati hehehe agak lebay memang, tapi kenyataannya begitu hehe…

Oww satu lagi kesan yang ada dalam benak saya ketika melihat motor ini dan melihat secara detail adalah motor ini dibuat dengan sangat mewah. Dapat dilihat bro and sis, kualitas plastiknya tebal, setiap material dan part terpasang sempurna, cat-nya juga tebal dan rapi bahkan keliatan mengkilau jika dibawah cahaya, warna hiasan chrome yang melekat di motor ini pun tidak terlihat norak, namun justru terlihat mewah. Memang nih, kalau udah buatan Thailand langsung (Super Cub berstatus CBU Thailand), kualitasnya sangat jempolan..top banget dahh…

Bagian Depan

 

Kita mulai dari bagian depan dulu bro and sis, dapat dilihat yah dari depan aura Super Cub lawas masih terasa di Super Cub modern ini. Bentuk lampu masih bulat, setang berbentuk seagull (burung camar) lampu sein yang posisinya berada di setang, terdapat tebeng chrome dengan tulisan C125 berwarna merah dibagian depan, penggunaan spion chrome berbentuk bulat, dan body depan berwarna putih yang menjadi ciri khas Super Cub.

Lampu depan Super Cub tetap mempertahankan bentuk bulat namun dihiasi dengan frame chrome yang menambah kesan mewah. Lampu depan sudah menganut LED begitu pula untuk lampu sein. Untuk lampu depannya juga sudah menggunakan DRL (Day Time Running Light) yang menyala segaris.

Untuk motor Super Cub ini, Honda membuat attention to detailnya luar biasa bro and sis. Pada bagian depan, terdapat tebeng hiasan berwarna chrome dengan tulisan C125 berwarna chrome yang dihiasi warna merah. Ini jelas mewah dan mengingatkan dengan Super Cub lawas. Di tebeng ini juga terdapat lubang yang dibaliknya terdapat posisi klakson berada.

Detail lainnya yang ciamik adalah adanya tulisan Super Cub berwarna chrome yang rapih yang ada di sebelah kiri body depan si Super Cub.

Bagian dashboardnya juga dibuat simpel dan terlihat klasik ditambah dengan sentuhan modern. Dashboardnya dibuat berbentuk bulat dan dihiasi frame berwarna chrome yang menguatkan kesan klasik dan mewah. Didalam dashboard ini terdapat speedometer jarum yang berbentuk setengah lingkaran dengan penunjuk top speed 120 km/jam. Dibagian tengahnya terdapat layar digital berbentuk bulat yang simpel dengan warna tulisan hitam yang menunjukkan indikator bensin, odometer, jarak dan waktu. Dibagian bawah layar digital, terdapat beberapa lampu indikator, seperti lampu netral, lampu engine check, indikator lampu sein, indikator lampu jauh, dan indikator keyless. Yap, motor ini sudah menggunakan kunci keyless lhoo bro and sis.. overall desain dashboardnya simpel, mewah, sedikit modern dan mengingatkan kita pada model speedometer Super Cub lawas..

Foto diatas adalah foto setang bagian kanan. Dibagian kanan ini, cuma ada tombol starter ajah bro and sis. Bagian ini juga dikasih warna silver seolah – olah alumunium finish. Simple dan rapih..

Untuk setang sebelah kiri juga tombolnya standar saja. Hanya terdapat tombol klakson, lampu jauh dan dekat, serta tombol lampu sein.

Untuk kaki – kaki bagian depan, Super Cub masih menggunakan suspensi teleskopik. Ban depan menggunakan merek IRC ukuran 70/90 – 17 yang sudah tubeless. Ban ini membalut velg casting / sport dengan model five spoke bercabang dua. Untuk pengeremannya bagian depan sudah menggunakan rem cakram yang disematkan teknologi ABS sehingga mencegah ban depan mengunci ketika rem mendadak. Nah, sedikiti kritik dari saya pribadi mengenai Super Cub, mungkin jika menggunakan velg jari – jari akan lebih terasa yah kesan klasik pada motor ini…

Bagian Tengah

Lanjut bro and sis pada bagian tengah, nah attention to detail pada motor ini juga berlanjut pada bagian body / pelindung kaki bagian dalam, dimana terdapat logo Honda. Namun, logo yang dipasang bukan logo sembarangan, melainkan logo sayap jadul Honda yang legendaris. Keren dan klasik banget bro and sis.

Untuk Super Cub yang dijual AHM di Indonesia, hanya dilengkapi dengan satu bangku saja (single seat), padahal di luar negeri, Super Cub terdapat opsi bangku belakang. Bangkunya sendiri lebar dan sangat empuk. Nyaman bangkunya untuk diduduki berlama – lama. Untuk model Super Cub yang berwarna biru ini, joknya berwarna merah, sedangkan warna lain, joknya berwarna hitam. Saya berharap nih agar AHM sudi memasukkan opsi jok belakang sehingga motor ini bisa dipakai boncengan. Jadi kan enak tuh bisa bawa pasangan hehehe….

Nah, untuk urusan mesin, Honda Super Cub menggunakan mesin yang sama yang dipakai di Honda Supra X125. Mesin ini berpendingin udara, SOHC 4 tak dengan teknologi PGM-FI dengan bore dan stroke = 52,4 x 57,913 mm. Mesin ini berkompresi 9,3 : 1 yang menghasilkan tenaga 6,76 kW / 7500 rpm dan torsi 9,79 Nm / 5000 rpm yang dikawinkan dengan transmisi manual 4 kecepatan. Yah, performa mesin ini memang biasa saja dan memang Super Cub dari awal diciptakan tidak mementingkan performa bro and sis. Tapi mesin ini dapat sangat diandalkan daya tahannya dan sangat irit bahan bakarnya. Jadi cocoklah mesin ini ditanamkan pada Super Cub..

Bagian Belakang

Lanjut ke bagian belakang bro and sis, untuk suspensi belakang menggunakan double shock, namun bukan sembarang double shock bro and sis. Suspensinya menggunakan model suspensi tabung, bukan model per ulir begitu, sehingga terlihat klasik layaknya Super Cub lawas apalagi menggunakan warna chrome. Untuk menambah kesan klasiknya lagi, pengereman belakang masih menggunakan tromol. Rantai pun juga terlindung rapih karena digunakannya pelindung rantai pada motor ini. Untuk ban belakang menggunakan ban IRC dengan ukuran 80/90-17 dan sudah tubeless yang membalut velg casting / sport. Model swing arm yang menghubungkan sasis dengan ban belakang pun juga simpel modelnya dan diberi warna yang sama dengan body.

Model knalpotnya sendiri juga mengingatkan kita pada Suoer Cub lawas bro and sis. knalpotnya panjang dan posisinya rendah, serta dibalut warna chrome baik knalpotnya dan pelindung knalpot itu sendiri. Walau dibalut warna chrome, tapi tidak terkesan norak, justru malah terlihat mewah. Kalo dilihat, memang secara overall banyak fitur – fitur lawas yang tetap dipertahankan oleh Honda sehingga identitas dan ciri khas Super Cub ini tetap terasa bro and sis…

Lanjut ke bagian ekor bro and sis, bisa dilihat yah kalo dari belakang tuh ini motor slim banget, ngak terlihat gemuk. Bagian belakang ini juga dibuat menyerupai Super Cub jadul namun diberikan sentuhan modern seperti penggunaan lampu belakang yang LED, dimana bentuk lampunya lonjong ke bawah. Lampu belakang ini juga dikasih dudukan yang dilapisi cat chrome. Lampu seinnya juga menggunakan lampu LED. Lalu untuk menambah unsur safety, di spakbor belakang, Honda menambah kaca mata kucing berwarna merah yang posisinya ada dibawah plat nomor..

Ergonomi

Sebelum membahas soal ergonomi, kelihatan yah bro and sis kalau dari samping bentuk Super Cub modern ini sangat mirip dengan versi jadulnya. Karakternya tidak hilang sama sekali. Mantap…

Nah, untuk ergonominya sendiri, untuk saya yang tingginya 170 cm, posisi duduknya rileks seperti layaknya motor beberk pada umumnya bro and sis. Posisi kaki yang ditengah dan agak kebawah, posisi jok agak rendah, dan posisi setang yang tidak terlalu rendah atau tinggi, menjamin bahwa motor ini pas digunakan oleh semua orang. Ini motor buat rata – rata tinggi orang Indonesia pas banget tingginya dan tidak bikin ridernya jinjit balet. Cuma yah itu, jika anda seperti saya yang “agak overweight” seperti saya, maka motor seperti terlihat kecil dan tenggelam dengan badan saya hahaha… Maafkan yah bro and sis atas lipetan perut diatas hehehe…

Warna

Untuk pilihan warna, Honda menawarkan 3 pilihan warna untuk konsumen. Unit yang kami review ini merupakan unit yang berwarna Pearl Nilvata Blue, dimana hanya warna ini saja yang menggunakan jok berwarna merah. Untuk warna lainnya, joknya menggunakan warna hitam dengan aksen abu-abu dibagian belakang. Kalau menurut saya pribadi, jika anda mencari warna yang “Super Cub banget” maka warna Pearl Nebula Red adalah warna yang paling tepat yang menggambarkan Super Cub lawas.

Harga

Nah, masuk nih ke masalah yang agak sensitif, yaitu berapa harga yang ditawarkan oleh AHM untuk menebus satu unit Super Cub C125 ?? Harga yang dipasang oleh AHM adalah 55 juta (Rp. 55.000.000,-) rupiah bro and sis. Menariknya, harga ini sempat menjadi perdebatan di medsos karena beberapa orang banyak yang menganggap harga yang dipasang AHM terlalu mahal. Namun, menurut saya tergantung dari sisi mana anda melihat harga motor ini. Pertama, jelas motor ini adalah motor dengan status CBU dari Thailand, jadi skema pajaknya lebih mahal dari motor rakitan lokal sehingga mengakibatkan harganya tinggi. Kedua, tergantung anda melihatnya dari sisi mana. Jika anda adalah tipe konsumen yang melihat motor dari spek-nya saja (seperti cc mesin, fitur, dll) dan anda menganggap motor ini tidak terlalu spesial serta anda termasuk yang lebih mengedepankan rasional, maka harga 55 juta rupiah adalah harga yang tidak masuk akal menurut anda. Namun, jika anda termasuk orang yang emosional, anda melihat Super Cub C125 ini bukan hanya sebagai kendaraan belaka, melainkan juga sebuah kendaraan yang memiliki nilai historis selama 60 tahun yang tinggi dan sangat berpengaruh dalam industri otomotif pada masanya, serta mungkin anda adalah seorang kolektor dan penggemar dari Super Cub ini, maka saya rasa harga 55 juta rupiah bukanlah harga yang mahal.. Jika anda tertarik silahkan sambangi dealer Big Wing Honda terdekat yah…

Overall, Honda telah sukses menciptakan penerus Super Cub di jaman modern ini tanpa meninggalkan ciri khas dari Super Cub itu sendiri. Honda berhasil membuat Super Cub telihat semakin modern, klasik, dan mewah disaat yang bersamaan. Saya pribadi juga jatuh hati melihat motor ini. Namun apa daya, isi kantong ngak cukup jadi tidak bisa memiliki dulu bro and sis hehehe… Ada sedikit kritik dari saya mengenai Super Cub ini, mungkin jika Super Cub ini menggunakan velg jari – jari akan lebih terasa yah klasik-nya dan saya juga berharap agar AHM sudi untuk memasukkan aksesoris tambahan untuk Super Cub ini seperti bangku belakang sehingga konsumen punya banyak pilihan untuk menentukan Super Cub apa yang mereka inginkan. Sekian review dari giginetral.com semoga berguna bro and sis 🙂

By: Axel Mahal

Sumber foto: dokumen pribadi dan google

Spesifikasi Honda Super Cub C125

Mesin
Tipe Mesin : Pendinginan Udara, SOHC 4 langkah
Sistem Suplai Bahan Bakar : Fuel Injection (PGM-FI)
Diameter X Langkah : 52,4 x 57,913 mm
Tipe Tranmisi : Manual, 4 – kecepatan
Rasio Kompresi : 9,3 : 1
Daya Maksimum : 6,76 kW / 7.500 rpm
Torsi Maksimum : 9,79 Nm / 5.000 rpm
Tipe Starter : ElektrikTipe KoplingWet, Multiple With Coil Spring
Tipe Pendinginan : Pendinginan Udara

Rangka & Kaki-kaki
Tipe Rangka : Back Bone, Steel
Tipe Suspensi Depan : Teleskopik
Tipe Suspensi Belakang : Swing arm dengan suspensi ganda
Ukuran Ban Depan : 70/90-17 M/C 38P (Tubeless)
Ukuran Ban Belakang : 80/90-17 M/C 50P (Tubeless)
Rem Depan : Cakram Hidrolik
Rem Belakang : Mechanical Leading Trailing
Sistem Pengereman : Tromol

Dimensi & Berat
Panjang X Lebar X Tinggi : 1.910 x 718 x 1.002 mm
Tinggi Tempat Duduk : 780 mm
Jarak Sumbu Roda : 1.243 mm
Jarak Terendah Ke Tanah : 136 mm
Curb Weight : 107 Kg

Kapasitas
Kapasitas Tangki Bahan Bakar : 3,7 liter
Kapasitas Minyak Pelumas : 0,8 L (Penggantian Periodik)

Kelistrikan
Tipe Baterai Atau Aki : 12 V – 3 Ah, MF-Wet Type
Sistem Pengapian : Full Transisterized, Battery
Tipe Busi : NGK CPR6EA-9 / DENSO U20EPR9
Lampu Depan : Hi 10,1 W x 1 (LED) , Low 5,1 W x 1 (LED)

Sumber: AHM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *