Test Ride Singkat Benelli Motobi 200 EVO

Sobat pembaca sekalian, setelah kita membahas mengenai fisik dari Benelli Motobi 200 EVO yang bisa disimak disini, maka dalam artikel ini saya akan meng-share pengalaman saya melakukan test ride singkat si Benelli Motobi 200 EVO ini sob. Test ride kali ini memang termasuk sangat singkat karena memang area test ride yang disediakan oleh GIIAS 2018 sangatlah pendek, namun cukup lah untuk mengeksplor akselerasi motor sampai gigi 2. dan karena banyaknya pengunjung GIASS yang mengantri untuk test ride, maka paling hanya test ride dua putaran saja sob. Maka test ride ini bisa dibilang baru membahas permukaannya ajah yahh. Butuh waktu lebih lama sama motornya kalau mau eksplore lebih mendetail.

Seperti yang saya bilang soal ergonomi di artikel sebelumnya, posisi ridingnya motor cruise banget. Posisi badan tegap, tangan lurus kedepan meraih setang, dan posisi kaki yang agak kedepan karena posisi footstep yang maju kedepan layaknya cruiser HD. Posisi duduknya termasuk nyaman sob, apalagi ditambah dengan jok yang cukup lebar. Tapi kalau buat mereka yang belum terbiasa dengan posisi duduk cruiser begini, pasti akan rada kagok bawa motor ini terutama ketika bermanuver selap selip. Motobi 200 EVO ini juga termasuk motor yang pendek ketinggian bangku joknya sehingga sangat user friendly untuk tinggi badan rata – rata orang dewasa Indonesia. Yap, ngak bakal jinjit balet deh…

Mengenai mesinnya, yah karena keterbatasan area test ride, maka saya tidak dapat mengeksplore lebih dalam mengenai performa mesin ini. Tapi dengan area test ride yang pendek dan hanya dikasih kesempatan 2 putaran, cukuplah untuk merasakan akselerasi awal mesin motor ini.

Sebelum menyalakan mesin, cukup bingung juga saya ketika cari tombil starternya dikarenakan konfigurasi tata letak tombol yang mirip HD. Kalau yang jarang bawa HD seperti saya, biasanya agak binggung dalam menghafal posisi tombil di motor. Setelah dipencet tombol starternya, maka mesin pun menyala. Seketika kedengeran sob, suara mesinnya dari knalpot yang cukup ngebass. Namun yah tetap, kalo lagi dibeger, suaranya ketika rpm atas agak teriak tapi ngebass gitu. Unik juga sih, soalnya suaranya tidak seperti suara mesin satu silinder kebanyakan. Mungkin supaya aura cruisernya lebih terasa kali yahh..

Ngak pake lama, masuk gigi satu langsung jalan. Langsung kerasa sob kalau Motobi 200 EVO ini adalah motor yang main tarikan bawah alias main torsi. Terasa banget torsi 13,9 Nm sudah menendang sejak putaran bawah. Selama gigi 1 dan gigi 2 tenaganya mengisi terus, tapi tidak tahu untuk gigi diatasnya apakah bakal ngempos atau tidak. well, butuh area lebih panjang untuk tes tenaga putaran atasnya. Yang pasti tarikan bawahnya ngak malu – maluin kok… Bicara soal ganti gigi, ganti gigi dari 1 ke 2-nya bisa dibilang ngak mulus – mulus amat sih. Sempet beberapa kali agak miss ketika ganti giginya. Untuk getaran mesinnya termasuk minim ketika mesin dalam putaran bawah, namun ketika mesin berteriak pada rpm tinggi, getaran mulai terasa tapi masih dalam batas wajar. Getarannya tidak mengganggu bro and sis.

Soal kenyamanan suspensi dan handling, suspensi Motobi 200 EVO ini depan dan belakang kalau menurut saya masih tergolong empuk, apalagi ditambah dengan joknya yang lebar. Kalau sekedar melewati polisi tidur yang menjadi rintangan di area test ride, masih tergolong empuk lah bantingannya. Apalagi kombinasi jok belakang dan double suspension dibagian belakang membuat riding lebih nyaman. Cuma yah butuh pembuktian lebih lanjut nih mengenai kenyaman suspensinya terutama ketika melewati jalan rusak.

Handlingnya sendiri, ini motor termasuk motor yang ringan. Ditegakkin dari standar gampang banget dan ketika dibawa jalan pun terasa ringannya. Cuma seperti kekurangan motor cruiser pada umumnya, butuh sedikit usaha lebih dalam melakukan manuver terutama dalam kecepatan rendah. Karena ini motor cruiser yang posisi suspensi depannya yang agak jauh kedepan, otomatis membuat setang menjadi lebih berat ketika melakukan manuver berkecepatan rendah atau ketika ingin melakukan muter balik. Mungkin buat mereka yang biasa bawa motor cruiser akan lebih gampang bermanuvernya, cuma kalau buat rider yang tidak terbiasa, maka butuh effort lebih nih dalam bermanuver.  Nah, lalu bagaimana dengan handling ketika berbelok dengan kecepatan tinggi ?? Waduh sob, kalau soal handling belok dengan kecepatan tinggi saya ngak bisa komentar apa apa sob, soalnya area test ridenya hanya muter muter saja, ngak bisa komentar kalo soal menikung kecepatan tinggi hehehe…

Satu lagi nih yang penting, soal pengeremannya, pengereman si Motobi 200 EVO ini sudah menggunakan rem depan belakang cakram. Hanya sayangnya, untuk unit motor yang saya tes ini, rem depannya nge-loose sob. Jadinya kurang berani gitu kalau ingin melakukan hard breaking. Setiap kali mau ngerem dengan rem depan, terasa rem depannya ngak mengigit. Sementara untuk rem belakangnya pakem sih sob. Semoga ajah unit yang dijual ke konsumen rem depannya tidak nge-loose gini sob. Kalau rem depannya nge-loose nanti mirip kaya HD jadul dong yang remnya senin kamis. Rem hari senin, baru berhenti hari kamis hahaha…

Overall, menurut saya pribadi, Benelli Motobi 200 EVO ini merupakan motor yang unik dan cukup fun to ride. Saya bilang unik, karena pilihan motor cruiser dikelas 200cc memang sangat sedikit dan motor ini layak dijadikan pilihan buat mereka yang ingin tampil berbeda dari motor – motor yang sudah beredar dijalan. Apalagi jika anda memilih warna merah yang menurut saya cukup eye catching dijalan. Berikutnya saya bilang fun to ride, karena torsi motor ini termasuk menyenangkan sob. Apalagi buat saya yang lebih suka torsi dibandingkan kecepatan. Intinya, saya berani bilang ini motor terasa seperti Harley Davidson mini bertipe cruiser sob. Mungkin kalo Harley bikin motor dengan cc dibawah 250, mungkin seperti inilah motornya hehehe… Okeh bro and sis, sekian informasi test ride singkat ini, semoga dapat memberikan sedikit pencerahan bagi anda yang tertarik dengan Benelli Motobi 200 EVO ini. Terima kasih telah membaca review singkat ini.

Kelebihan dan Kekurangan Benelli Motobi 200 EVO

Kelebihan

  • Terasa seperti Harley cruiser mini.
  • Akselerasi / torsinya cukup kuat.
  • Bentuk desainnya campuran klasik dan modern yang membuat motor ini unik.
  • Termasuk motor yang nyaman digunakan.
  • Harganya yang 30,8 juta membuat motor ini cukup value for money.

Kekurangan

  • Cukup sulit untuk melakukan manuver cepat dalam kecepatan rendah karena memang cukup berat ketika berbelok.
  • Butuh penyesuaian buat mereka yang belum terbiasa bawa motor bertipe cruiser.

By Axel Mahal for giginetral.com

Sumber gambar: dokumen pribadi

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *