Ketika Pabrikan Motor Besar Akhirnya Memproduksi Motor Ber-CC Kecil

Sobat sekalian, bicara mengenai pabrikan motor besar, terutama tentang pabrikan motor besar yang berasal dari Eropa dan Amerika, maka tentunya kita tidak menyangka bahwa pabrikan – pabrikan motor besar ini akan memproduksi motor dengan cc kecil di masa yang akan datang. Trend yang terjadi beberapa tahun belakangan ini memang telah terjadi adanya tindakan merek – merek motor besar yang akhirnya mengambil jalur memproduksi motor ber-cc kecil dibawah 400cc. Bukan berarti, pabrikan – pabrikan ini tidak pernah memproduksi motor kecil sebelumnya, karena pabrikan motor besar pada masa – masa awal berdiri pernah membangun motor ber-cc kecil, namun seiring berjalannya waktu, pabrikan – pabrikan tersebut akhirnya menjadi pabrikan yang memang full memproduksi motor – motor ber-cc besar. Kita ambil contoh saja, misal Ducati yang pada awal berdirinya pernah memproduksi motor scooter yaitu Ducati 175 Cruiser pada tahun 1952. Lalu, ada Harley Davidson yang pada awal berdirinya memproduksi motor dengan mesin 440cc pada sekitar tahun 1907. Pabrikan – pabrikan motor besar tersebut pada awalnya memang menciptakan motor ber-cc kecil, namun dengan seiring perkembangan waktu dan teknologi, pabrikan tersebut akhirnya menjadi pabrikan yang fokus dan membuat motor bermesin cc besar diatas 500cc..

Pabrikan – pabrikan yang memproduksi motor ber-CC besar tersebut akhirnya menjadi pabrikan yang merek-nya dianggap sebagai merek motor besar yang mahal, mewah, dan bergengsi tinggi ditengah masyarakat, Merek – merek yang berasal dari Eropa dan Amerika seperti Ducati, BMW, KTM, Harley Davidson, dll sudah lekat dan menjadi mindset di masyarakat sebagai pabrikan yang menghasilkan motor besar yang memiliki harga yang tinggi yang hanya bisa dimiliki kalangan “the have”. Bahkan beberapa produk motor tersebut adalah barang limited edition yang diburu para kolektor. Dengan segala hal mengenai gengsi, eksklusif, dan mewah diatas, maka rasanya agak aneh jika pabrikan – pabrikan motor besar tersebut pada akhirnya memutuskan untuk “menyerah” sebagai full pemain motor besar dan akhirnya terjun untuk memproduksi motor – motor ber-cc kecil.

Tindakan memproduksi motor ber-cc kecil yang dilakukan oleh pabrikan motor besar sebenarnya bukanlah hal baru. Hal ini sudah terjadi dan saat ini telah dilakukan oleh dua pabrikan besar yang berasal dari Eropa yaitu BMW dan KTM. Keduanya, sudah mengandeng pabrikan yang berasal dari India untuk membantu produksi motor ber-cc kecil dimana BMW – TVS yang telah memproduksi G310 dan G310GS, dan KTM – Bajaj yang telah memproduksi RC dan Duke dengan cc 400 kebawah. Nantinya tindakan memproduksi motor ber-cc kecil ini akan diikuti oleh pabrikan motor besar mewah dari Italia yaitu Ducati dan pabrikan motor besar dari Amerika yaitu Harley Davidson (HD). Pelaksanaan untuk melaksanakan produksi motor ber-cc kecil ini juga mirip dengan yang dilakukan oleh BMW dan KTM, dimana Ducati rencananya akan bekerja sama dengan Hero Motocorp India dan HD akan membangun pabrik di India. Melihat fenomena ini, tentunya akan timbul  beberapa pertanyaan seperti mengapa pabrikan motor besar “akhirnya rela” untuk memproduksi motor ber-cc kecil ?? Mengapa India yang dipilih menjadi basis produksinya ?? dan Bagaimana dampaknya terhadap para Die Hard fans pabrikan tersebut ?? nah, dalam artikel ini, saya akan mecoba menjawab sob menurut kemampuan dan pengetahuan saya karena bagi saya yang suka motor hal ini menarik untuk dibahas. Yukk sob, kita bahas lebih lanjut…

Alasan Pabrikan Motor Besar Akhirnya Memproduksi Motor Kecil

Niat para pabrikan motor besar tersebut untuk akhirnya terjun ke pasar motor ber-cc kecil sebenarnya bukan tanpa alasan sob. Ada beberapa alasan yang cukup logis menurut saya, mengapa akhirnya pabrikan motor besar rela untuk terjun memproduksi motor ber-cc kecil. Alasan tersebut diantaranya:

  • Mulai sulitnya penjualan di dataran Eropa dan Amerika

Penjualan motor besar didaerah Eropa dan Amerika memang akhir – akhir ini mengalami kesulitan. Ada berbagai hal yang membuat penjualan di dua benua ini menjadi cukup sulit. Diantaranya seperti penerapan EURO 5 yang ketat. Untuk memenuhi regulasi emisi yang memiliki standar cukup tinggi, membuat pabrikan harus putar otak dalam memproduksi motor yang memenuhi regulasi ini. Lalu, adanya juga peralihan ke kendaraan electric. Semakin kuatnya isu lingkungan dan mulai banyaknya gempuran dari kendaraan listrik, membuat kendaraan bermesin bensin pelan – pelan mulai ditinggalkan yang imbasnya menurunkan angka penjualan kendaraan bensin.

Berikutnya ada juga unsur politik yang berimbas pada penjualan suatu pabrikan. Harley Davidson sendiri merasakan akibatnya dari mulai tidak harmonisnya hubungan politik Amerika dengan negara – negara Eropa. Akibatnya negara – negara Eropa menerapkan pajak yang tinggi terhadap barang impor dari Amerika, yang imbasnya kepada Harley Davidson adalah HD mau ngak mau menaikkan harga motornya untuk menutupi pajak yang semakin tinggi. Tingginya harga HD di Eropa akhirnya membuat penjualan menurun karena harga yang dianggap semakin tidak wajar.

  • Memperluas jangkauan pasar / menjangkau lebih banyak konsumen

Salah satu tujuan dari memproduksi motor ber-cc kecil adalah untuk memperluas jangkauan pasar atau untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Telah kita tahu, bahwa memang pasar atau konsumen motor besar itu sedikit jumlahnya dan segmented banget ketimbang konsumen motor kecil. Padahal konsumen motor kecil ini memiliki jumlah yang sangat banyak dan ini dilihat oleh pabrikan motor besar sebagai pasar yang menggiurkan. Maka karena itu, tindakan memproduksi motor kecil dilakukan untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan memperluas pasar, dimana tentunya produk motor kecil ini akan memiliki harga yang jauh lebih murah dan lebih kompetitif sehingga dapat dimiliki oleh konsumen yang memiliki daya beli menengah kebawah.

  • Untuk menyelamatkan perusahaan dari kerugian

Kerugian dapat dijadikan alasan mengapa perusahaan motor besar akhirnya terjun untuk memproduksi motor kecil. Dengan diproduksinya motor kecil, diharapkan motor kecil ini akan menjadi “volume maker” yang menjangkau banyak konsumen baru dan akhirnya dapat menambah keuntungan perusahaan. Salah satu contoh perusahaan yang mengalami kerugian dan akhirnya berencana memproduksi motor kecil adalah Harley Davidson. Dari beberapa sumber, dapat diketahui HD mengalami kerugian yang cukup besar di Amerika dan Eropa. Kerugian ini akhirnya membuat Harley berencana menutup beberapa pabriknya di dataran Amerika dan Eropa dan membangun pabrik baru di Asia (antara China atau India) sebagai basis produksi motor ber-cc kecil ini.

Mengapa Asia yang Menjadi Pilihan

Benua Asia menjadi pilihan utama dalam hal untuk memproduksi motor – motor ber-cc kecil. Lebih spesifik lagi, negara yang menjadi pilihan untuk memulai produksi ini adalah India dan China. Alasan mengapa dipilihnya benua Asia menjadi basis produksi dikarenakan ekonomi Asia yang sedang berkembang pesat. Alasan lainnya juga dikarenakan sumber daya manusia yang ada dibenua Asia sangatlah melimpah dan lebih murah dibandingkan tenaga kerja di Eropa dan Amerika.

Jika berbicara lebih spesifik lagi, negara India dipilih menjadi basis produksi dikarenakan banyaknya perusahaan besar India yang bergerak di bidang otomotif dan memiliki kekuatan produksi yang besar dan India juga memiliki sumber daya manusia yang banyak jumlahnya. Ini menjadi beberapa alasan mengapa beberapa pabrikan Eropa telah bekerja sama dengan pabrikan India, contoh seperti KTM dengan Bajaj, BMW dengan TVS, dan yang rumornya akan menyusul adalah Ducati dengan Hero Motocorp India. Sementara untuk HD, rumornya mereka akan membangun pabrik antara di India atau China.

Umumnya bentuk kerja sama pabrikan Eropa dengan pabrikan India ini adalah untuk segala desain motor dari mesin, body, sasis, dll, semuanya dikerjakan di pabrikan pusat. Sedangkan untuk proses manufacturing dan perakitan semua dilakukan di India.

Dampaknya Terhadap Para Die Hard Fans dan konsumen lama

Dalam membahas dampaknya terhadap konsumen yang sudah die hard fans atau konsumen lama sangatlah unik dan subjektif untuk dibahas. Hal ini dikarenakan apa yang dibahas disini lebih kepada image suatu pabrikan di mata konsumennya. Pabrikan Eropa dan Amerika kenapa produknya (motor besar) bisa mahal harganya dibandingkan dengan motor dari pabrikan Jepang karena bukan hanya soal teknologi atau nama besar brand, tetapi ada eksklusifitas dan gengsi disitu. Yap, coba saja tanya mereka yang telah main motor besar sejak lama, kalau soal gengsi dan eksklusif pasti motor Eropa atau Amerika pilihannya. Bahkan motor besar Eropa dan Amerika dianggap memiliki kelas tersendiri yang ada diatas motor besar dari Jepang.

Tentunya banyak yang beranggapan bahwa kalau pabrikan motor besar Eropa dan Amerika ini pada akhirnya ikut serta untuk memproduksi motor ber-cc kecil, maka image pabrikan akan berkurang dan ini membuat konsumen lama mereka tercederai. Kenapa merasa tercederai ?? karena image sebagai pabrikan motor besar yang mewah dan bergengsi akhirnya luntur juga dikarenakan pabrikan tersebut akan memproduksi motor ber-cc kecil yang akan menjangkau konsumen kelas menengah kebawah. Sebagai konsumen lama, kemungkina akan muncul adanya rasa baper dan mungkin kecewa terhadap arah baru yang diambil oleh pabrikan.

Sebagai contoh, waktu ketika Harley Davidson pertama kali meluncurkan HD Street 500, banyak para die hard fans-nya HD yang memberikan komentar miring terhadap motor tersebut. HD street 500 sempat dianggap sebagai motor yang “bukan Harley” sesungguhnya karena motor tersebut tidak menggambarkan ciri khas Harley yang memiliki mesin besar, berisik, tenaga besar, kasar dan lain – lain, bahkan sempat dianggap tidak pantas disejajarkan dengan HD bermesin lebih besar. Namun, seiring berjalannya waktu, toh akhirnya motor HD Street 500 akhirnya diterima juga oleh para die hard fans dan HD Street 500 ini menjadi penarik konsumen – konsumen baru yang ingin merasakan memiliki Harley dengan harga yang lebih terjangkau.

Hmm…jadinya penasaran nih apa pendapat mereka die hard fansnya Ducati ketika akhirnya Ducati memproduksi motor ber-cc kecil dibawah 400cc. Apakah fans-nya Ducati akan bereaksi keras seperti fans-nya HD. Jika pada masa sekarang kita sudah melihat dan menikmati motor BMW dan KTM dengan cc dibawah 400, bukan tidak mungkin di masa yang akan datang kita akan melihat Ducati atau HD yang bermesin 400cc kebawah.

Well, bisa dibilang ini adalah arah baru yang akan diambil pabrikan motor besar di masa yang akan datang. Langkah membuat motor bermesin kecil ini diharapkan dapat membantu perusahaan untuk membantuk meningkatkan keuntungan perusahan dan membantu perusahan bangkit lagi dari kondisi keuangan yang tidak sehat. Hal ini juga dilakukan untuk menjangkau konsumen yang belum pernah dijangkau sebelumnya. Pada akhirnya, semua akan menguntungkan konsumen. Konsumen akan mempunyai banyak pilihan dan untuk mereka yang sebelumnya tidak mampu memiliki motor besar, maka mereka dapat ikut merasakan produk – produk motor dari pabrikan motor besar impian mereka. Nah, tinggal kita lihat nanti kedepan seperti apa bentuk nyata dari motor kecil buatan Ducati dan Harley Davidson ini dan berapa harga yang akan ditawarkan oleh mereka. Sekian sob dari artikel ini, semua yang saya tulis diatas adalah lebih kepada opini saya pribadi berdasarkan informasi – informasi yang saya baca. Terima kasih telah membaca dan semoga berguna sob.

By: Axel Mahal for giginetral.com

Sumber gambar: google.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *