Moto Guzzi Audace: The Gentle Cruiser Giant From Italy

Sobat sekalian, ngomongin soal motor cruiser, mungkin yang paling terkenal di kelas motor cruiser adalah motor – motor jajaran dari Harley Davidson. Namun, tahukah anda ternyata di Indonesia juga dijual big cruiser yang justru berasal dari dataran Italia. Cruiser besar tersebut berasal dari pabrikan motor Moto Guzzi yang di Indonesia, dinaungi oleh PT. Piaggio Indonesia. Nama motornya adalah Moto Guzzi Audace sob… buat yang belum familiar dengan Moto Guzzi mungkin belum pernah dengar mengenai motor besar ini. Bahkan di Indonesia sendiri populasi Audace masih tergolong sedikit sob, makanya saya sendiri jarang banget lihat penampakan motor ini dijalan raya Jakarta…

Sedikit sejarah mengenai Audace, motor cruiser besar ini diproduksi pada tahun 2016 untuk melengkapi range motor big cruiser California milik Moto Guzzi. Dalam range California setidaknya terdapat 4 varian motor yang menggunakan mesin besar 1380cc yaitu, California 1400 Touring, California 1400 Custom, MGX21 Flying Fortress, dan yang terakhir adalah Audace. Jadi motor ini bisa dibilang sudah berumur 2 tahunan lah yah..

Jujur saja, waktu dulu saya baru pertama kali mengenal Moto Guzzi (ketika akhirnya Moto Guzzi masuk ke Indonesia), saya sendiri tidak tahu mengenai keberadaan motor ini, sampai akhirnya ketika Moto Guzzi menggelar pameran di Mall Pondok Indah 2, barulah disana saya berkenalan dengan Moto Guzzi Audace. Waktu pertemuan pertama sih, sekedar lihat – lihat dan menggagumi saja, tapi begitu pertemuan kedua di Mall yang sama dan begitu tahu ternyata Moto Guzzi Indonesia menyediakan unit test ride Audace ini, langsung tanpa pikir panjang saya ambil kesempatan itu untuk menyicipi motor cruiser seberat 300 kg ini sob…

Bicara soal desain, pertama kali melihat Audace ini dengan mata kepala sendiri, terlihat Audace ini ganteng dan sangar sob. Nih motor terlihat sangar karena pertama, motor ini berwarna semua serba hitam. Tangki dan body berwarna matte black, mesin juga dilabur warna hitam, begitu juga dengan velg dan knalpot yang serba hitam. Kedua, semua yang ada di motor ini ukurannya besar sob. Tangki ukurannya besar, knalpot ukurannya juga besar, dan yang paling menonjol adalah ukuran mesinnya yang besar serta terekspos dan karena penempatan mesin berkonfigurasi V-twin ini vertical (tidak seperti Harley yang horizontal, depan ke belakang) maka membuat kepala silinder mesin si Audace ini menonjol keluar. Keliatan sangar dan besar banget deh sob, kalau yang belum pernah bawa motor sebesar ini pasti terintimidasi duluan deh dengan ukuran motor ini hehehe…

Soal dapur pacu atau mesinnya yang besar itu, Moto Guzzi Audace mengendong mesin berkonfigurasi V-twin 90 derajat, 4 stroke, 4 valves, double ignition, berkapasitas 1380 cc, dengan bore and stroke 104 x 81,2 mm dengan kompresi ratio 10,5 : 1, yang menghasilkan tenaga 96 hp pada 6500 rpm dan torsi 121 Nm pada 3000 rpm. Yap, kalo melihat cc motor ini yang besar dan hampir menyentuh angka 1400cc dibandingkan dengan tenaga yang dihasilkan, kayanya 96 hp terkesan kecil yahh untuk motor dengan mesin seukuran ini. Eiittss, tapi tunggu dulu, selalu jadi ciri khas motor cruiser pada umumnya besaran tenaga horsepower memang tidaklah terlalu penting, sebab bukan top speed lah yang menjadi concern utama motor ini. Justru yang terpenting dari motor dikelas cruiser adalah torsi yang besar dan memang si Audace ini memiliki torsi yang besar sob yaitu diangka 121 Nm. Torsi motor ini memang besar karena motor ini memang lebih mementingkan akselerasi dan tenaga rpm bawah menengah. Makanya motor cruiser begini lebih cocok untuk dipakai crusing jalan santai untuk perjalanan jarak jauh sob. Untuk kebut – kebutan sih masih bisa tapi tentu top speednya bakal kalah jauh dari motor sport…

Mengenai fitur yang ada di motor ini, yah cukup canggih lah untuk ukuran motor jaman sekarang. Fitur yang ada dimotor ini memang perpaduan antara classic dan modern. Kita mulai urut dari depan yah. Lampu depan modelnya bulat classic dan lampu sein depan masih menggunakan bohlam biasa, suspensi depan masih menggunakan teleskoptik biasa, ban depan berukuran 130/70 R18, pengereman depan sudah double cakram yang sudah dilengkapi ABS. Dashboard berbentuk bulat namun memiliki layar digital sederhana yang menunjukkan informasi cukup lengkap seperti speedometer, tachometer, odometer, indikator bensin, riding mode, dan lain – lain. Setang modelnya seperti setang yang ada di motor – motor drag. Tangkinya besar dan memiliki kapasitas 20,5 liter jadi cocok banget untuk perjalanan jarak jauh. Suspensi belakang menggunakan double shock yang sudah dilengkapi dengan tabung gas. Sebagai penggerak roda belakang, Audace menggunakan transmisi 6 percepatan yang dikawinkan dengan penggerak gardan (udah kaya truk yah hehe). Pengereman belakang sudah single cakram juga dan dilengkapi ABS dan ban belakangnya berukuran 200/60 R16. Yang terakhir lampu belakang yang modelnya futuristik dan sudah terintegrasi dengan lampu sein sudah menggunakan lampu LED…Overall memang fiturnya perpaduan classic dan modern sob.

Lanjut sob mengenai test ridenya, test ridenya termasuk singkat banget. Rutenya cuma mengitari Mall PIM 2 itupun hanya satu putaran dan kondisinya lagi ramai sama mobil. Yahh, tidak apalah yang penting bisa merasakan riding singkatnya gimana, bobot ini motor, bagaimana manuver ketika pelan, akselerasi awal, dan pengereman sob.. Okeh, tinggi saya sebagai rider hanya 170 cm dan duduk diatas Audace ngak jinjit alias menapak dengan sempurna. Walaupun jok bangkunya lebar, namun karena tinggi joknya rendah hanya 740 cm, maka kaki bisa napak ke tanah. Kalau begini mah cocok banget ini untuk tinggi rata – rata orang dewasa di Indonesia. Posisi duduknya sendiri termasuk rileks, badan dibuat tegak sedikit miring kedepan, tangan lurus kedepan memegang stang yang jangkauannya tidak jauh, dan posisi kaki diatas pijakan kaki yang tidak terlalu kedepan. Posisi duduknya masih tergolong rileks lah untuk long way journey..

Setelah duduk diatasnya, ngak pake lama langsung starter.. Nah, disini ada sensasi unik yang dihasilkan oleh mesin V-twin Audace. Mirip – mirip mesin boxer milik BMW, kalau Audace ini kita gas dalam keadaan diam, maka motor pun akan bergoyang ke kanan dan ke kiri sob. Goyangan ini terjadi karena gerakan piston dari mesin besar V-twin 1380cc milik Audace.. jadi serasa naik mobil muscle car gitu, yang kalo digeber bodynya langsung ikutan goyang – goyang. Untuk suara mesinnya juga tergolong halus sob, beda banget ama Harley yang blarrr – blarrr. Setelah mesin menyala langsung coba tegakin motornya dan memang bobot 300 kg enggak bohong sob. Audace ini memang motor yang sangat berat dalam keadaan diam. Butuh effort lebih kalau mau tegakin motor berbobot 300 kg ini. Kalau belum terbiasa, lebih baik kaki kanan kiri turun deh untuk menopang bobotnya.

Setelah duduk sudah nyaman, langsung pelan tapi pasti puntir gasnya. Oh yahh, ini saya riding dengan mode Tourismo yahh, jadi ini settingan yang ditengah – tengah diantara mode Pioggia dan Veloce. Settingan Pioggia adalah settingan yang paling pelan biasanya untuk kondisi jalan basah, Tourismo adalah settingan yang ditengah – tengah powernya cocok untuk jalan santai dengan akselerasi mumpuni dan Veloce adalah settingan yang paling kencang untuk gaya riding yang agresif dengan respon yang lebih cepat. Nah, karena saya ngak mau petakilan dan cari masalah, mending mode Tourismo tidak saya ubah hehe… Puntir gas, yang langsung pertama kali terasa adalah gelombang torsi yang sangat besar sob. Torsinya memang bukan yang ngejambak tapi terasa banget aliran tenaga besar yang mengalir kuat ke roda belakang. Satu hal yang menjadi perhatian, jika anda belum pernah bawa motor sebesar ini (seperti saya contohnya), jangan langsung asal betot gas sebab bobotnya yang berat bila tidak dikendalikan dengan hati – hati malah dapat membuat anda lepas kendali. Yahh, memang sebenarnya ini motor bukan buat pemula yang baru main moge…

Nafas ini motor juga tergolong agak panjang namun karena test ride yang terbatas jadi cuma sampai gigi 2 ajah. Begitu berjalan, bobot 300 kg memang masih sangat terasa ketika motor ini dibawa dalam kecepatan rendah. Beratnya ini tentu membuat saya sebagai rider harus lebih effort dalam mengendalikan motor ini. Apalagi motor ini memiliki panjang 2445 mm, yang membuat untuk melakukan aksi nyelap nyelip diantara mobil jadi butuh lebih banyak usaha. Jadi kalau mau menyalip ditengah kemacetan mesti kudu hati – hati banget yahh sob. Bisa dibilang, Audace ini memang lebih unggul ketika dijalan lurus. Soal pengereman ini yang saya suka, remnya pakem dan kuat untuk menahan laju motor berat ini dan karena sudah dilengkapi ABS depan belakang, jadi safety sob dan ngak takut untuk hard breaking.

Bicara soal bantingan suspensi dan handling, bantingan suspensinya baik depan dan belakang tergolong empuk sob. Mungkin ini karena suspensi depan yang ukurannya cukup besar yaitu 45 mm dan suspensi belakang yang sudah dilengkapi tabung sehingga dapat meredam guncangan dengan baik ketika dijalan tidak rata atau melewati polisi tidur. Suspensi belakangnya sendiri bisa disetting lhoo tingkat kekerasannya. Keempukan motor ini makin terasa karena jok bangkunya yang lebar dan empuk untuk diduduki. Untuk handling saya tidak bisa bicara banyak mengenai hal ini, karena tadi test ridenya sangat singkat dan terbatas sehingga saya hanya bisa merasakan handling dalam kecepatan rendah. Sepertinya yang saya bilang sebelumnya, handling dalam kecepatan rendah butuh usaha lebih sob, ini karena bobotnya yang berat sehingga motor ini tidak bisa dibilang lincah. Untuk handling kecepatan tinggi kayanya memang butuh area test ride yang lebih luas sob. Namun, kalau saya ngubek – ngubek di internet, ada beberapa foto yang menunjukkan Audace ini memiliki tingkat kemiringan yang bagus untuk menikung. Tuh lihat saja foto diatas yang memperlihatkan Audace menikung sampai pijakan kakinya menggresek aspal. Tapi yah jangan harap ini motor bisa miring kaya motor sport di tikungan monasco yahh…

Jika anda tertarik untuk membeli motor ini silahkan datangi dealer Moto Guzzi di daerah Bintaro dan siapkan mahar kurang lebih 500 jutaan rupiah. Harga tersebut masih wajar lah untuk motor cruiser besar dengan mesin 1380 cc berstatus CBU yang berasal dari Italia..

Overall untuk saya pribadi, saya suka motor ini. Terlepas dari segala kekurangannya seperti bobotnya yang berat, tidak lincah, dan harganya yang lumayan mahal, Audace memiliki karakter unik tersendiri yang hanya motor – motor Moto Guzzi miliki. Bentuknya yang juga sangar dan besar membuat saya juga jatuh hati dengan motor ini. So, jika anda mungkin sudah bosan dengan motor sport atau naked, lalu ingin mencari motor cruiser yang lain dari yang lain, unik, cukup jarang ada dijalan, dan memiliki gengsi Italian Pride, Moto Guzzi Audace sangat layak untuk anda pertimbangkan. Sekian bro and sis review mengenai Audace dari saya. Semoga informasi ini berguna 😀

Kelebihan dan Kekurangan Moto Guzzi Audace

Kelebihan:

  • Tinggi jok yang rendah sehingga dangat friendly untuk rata – rata tinggi orang dewasa Indonesia.
  • Desainnya yang unik, kekar dan sangar.
  • Masih jarang ada dijalanan sehingga membuat motor ini cukup unik dan menarik perhatian.
  • Sensasi mesinnya yang unik dan mesinnya sangat kuat torsinya.
  • Surprisingly, suhu mesin motor ini tergolong hangat.
  • Pengereman sudah dual ABS, jadi cukup safety.
  • Penggerak rodanya sudah memakai gardan sehingga hampir maintenance free.
  • Gengsi motor Italia.

Kekurangan:

  • Motor ini bukan untuk pemula.
  • Beratnya yang sampai 300 kg membutuhkan usaha yang cukup berat ketika bermanuver dalam kecepatan rendah.
  • Motor ini tidak lincah.
  • Harganya yang cukup mahal.
  • Jaringan dealer dan aftesales Moto Guzzi yang masih sangat terbatas.

Spesifikasi Moto Guzzi Audace

Spesifikasi Moto Guzzi Audace

Mesin
  • Type : 90° V-twin engine, 4-stroke, 4 valves, double ignition
  • Displacement : 1380 cc
  • Bore and stroke : 104 x 81.2 mm
  • Compression ratio  : 10.5 : 1
  • Max Power : 71 kW (96 HP) at 6500 rpm
  • Maximum torque : 121 Nm 3,000 min-1
  • Exhaust system : stainless steel, 2-in-2 type, 3-way catalytic converter with double oxygen sensor
  • Cooling : air and oil with an independent cooling pump Oil radiator with thermostat controlled fan
  • Starting : electrical
  • Emissions compliance : Euro 4
  • Transmisi : 6-speed
  • Clutch : single-disc with integrated anti-vibration buffer
Dimensi
  • Wheelbase : 1695mm
  • Saddle height : 740 mm
  • Length : 2445 mm
  • Height : 1145 mm
  • Minimum ground clearance : 165 mm
  • Fuel tank capacity : 20.5 litres (including 5 litre reserve)
  • Kerb weight : 299 kg
  • Headstock angle  : 33°
Suspensi / Kaki-Kaki / Frame
  • Frame : steel tubing, closed double cradle with elastic-kinematic engine mounting system to isolate vibrations
  • Front suspension : standard fork , 45 mm, with radial calliper mounting bracket
  • Travel : 110 mm
  • Rear suspension : Swingarm with double shock absorber with adjustable extension and spring preload with remote tank
  • Wheel travel : 120 mm (shock absorber travel 85 mm) (Stone/Special) 96 mm
  • Front brake : dual 320 mm stainless steel floating discs, Brembo radial callipers with 4 horizontally opposed pistons
  • Rear brake : 282 mm stainless steel fixed disc, Brembo floating calliper with 2 parallel pistons
  • Front wheel : 130/70 R18
  • Rear wheel : 200/60 R16”
Teknologi
  • Fuel supply / Ignition : phased electronic Multipoint sequential injection, Magneti Marelli IAW7SM; “ride by wire” Ø 52 mm throttle body, IWP 243 Magneti Marelli injectors, double oxygen sensor, integrated management of 3 engine mappings, traction control, cruise control
  • ABS
  • MG – MP

By: Axel Mahal for giginetral.com

Sumber gambar: dokumen pribadi, google.com, maxxabout.com dan overdrive.in

Informasi Spesifikasi: dikutip dari Otomaniac.com

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *