Royal Enfield Interceptor 650 dan Continental GT 650: Motor Ganteng Dengan Mesin Baru Dari RE

Bro and sis sekalian, pabrikan dari India yang cukup terkenal dengan motor beraliran klasiknya, yaitu Royal Enfield, beberapa minggu lalu akhirnya meluncurkan dua model motor terbaru yang menggendong mesin terbaru pula. Seperti yang kita tahu sebelumnya, Royal Enfield (RE) sudah cukup terkenal dengan dua kubikasi mesin pada line up produknya yaitu mesin 350cc dan 500cc yang ada pada varian Classic dan Bullet. Lalu RE kemudian meluncurkan mesin kubikasi 400cc untuk varian RE Himalayan. Nah, akhirnya beberapa minggu yang lalu, RE meluncurkan motor terbaru dengan menggunakan mesin terbaru pula yang memiliki kubikasi 650cc, yaitu Interceptor 650 dan Continental GT 650. Dengan hadirnya dua model terbaru ini, menjadikan varian Interceptor dan Continental GT sebagai RE dengan mesin yang paling besar yang pernah RE buat sob.

Secara basic, kedua motor ini sebenarnya motor yang sama dalemannya. Yang membedakan kedua motor ini hanyalah bodyworks seperti tangki bensin, bangku, bentuk setang, dan styling motor yang berbeda, dimana Interceptor 650 merupakan motor dengan model classic street tourer bike, sedangkan Continental GT 650 merupakan motor dengan model cafe racer . Selebihnya plek sama sob antara Interceptor dan Continental GT 650 ini.

Kedua motor ganteng dari RE ini sama – sama menggunakan sasis steel tubular, double cradle frame. Keduanya juga menggendong mesin terbaru dan terbesar dari RE yaitu mesin 648 cc, 4 tak, parallel twin cylinder, SOHC, dengan pendingin udara dan oli yang menghasilkan tenaga 47 hp pada 7100 rpm dan torsi 52 Nm pada 5200 rpm, serta berkompresi 9,5 :1. Kalau melihat spesifikasi mesinnya, memang telah menjadi ciri khas RE, bahwa mesin ini tidak mengumbar tenaga sob. Makanya tenaganya termasuk biasa saja untuk motor dengan kubikasi 650cc. Nah, yang menjadi kekuatan dari motor ini justru ada pada torsinya yang cukup besar. Makanya motor ini cocok untuk mereka yang suka akselerasi yang kuat dan torsi melimpah. Kerennya lagi, mesin ini sudah jauh lebih improve lho sob soal kenyamanan getarannya. Buat mereka yang merupakan owner RE dan mereka yang pernah test ride motor – motor RE, pasti akrab banget ama getaran mesin RE yang luar biasa bikin goyang – goyang dijalan. Getaran mesin – mesin RE yang lama parah banget bahkan sampai terasa disetang. Nah, improvement yang terjadi pada mesin 2 silinder 650cc ini, menurut review – review yang sudah mengetes motor ini mengatakan bahwa mesin terbaru RE ini sudah sangat lebih halus sob dari mesin – mesin RE yang lama. Wah kalau begini, bawa RE dengan mesin baru 650cc ini bisa lebih nyaman dan ngak bakal lelah buat perjalanan jarak jauh. Good job RE…

Persamaan lainnya dari dua model ini juga ada pada bagian kaki – kaki sob. Keduanya masih menggunakan suspensi teleskopik dibagian depan dan double suspension dengan tabung di bagian belakang. Untuk ban pada bagian depan berukuran 100/90-18 dan ban belakang 130/70-18. Kedua ban ini membalut velg jari – jari sehingga nuansa klasiknya makin terasa. Soal keselematan juga cukup terjamin sob, karena pengereman cakram depan belakang motor ini sudah menggunakan ABS dual channel depan belakang dari Bosch, jadi rem ngak bakal mengunci ketika hard breaking. Jadi makin percaya diri kalau mau mengerem.

Setelah melihat persamaannya, kita lihat yukk perbedaan dari masing – masing model. Model pertama yaitu Interceptor 650 yang fotonya dapat dilihat diatas. Model motor ini termasuk dalam classic roadster, yaitu motor model classic yang ergonominya cocok dipakai untuk harian. Penempatan setang yang posisinya tinggi, footstep yang posisinya ditengah dan bangku yang datar sampe belakang menjamin posisi duduk yang tegak dan nyaman untuk perjalanan dalam kota atau jarak jauh baik sendiri ataupun berboncengan. Interceptor 650 cocok untuk mereka yang mencari motor dengan posisi duduk santai dan tidak membungkuk.

Untuk Continental GT 650 jelas modelnya berbeda dengan Interceptor 650. Continental GT 650 memiliki model cafe racer. Perbedaan paling jelas adalah posisi setang yang lebih rendah. Walau setang posisinya rendah, namun posisi setang ini masih diatas segitiga sehingga tidak terlalu menunduk. Kombinasi setang rendah, footstep ditengah, dan bangku yang single seater membuat posisi riding lebih bungkuk. Namun karena setangnya masih diatas segitiga, maka posisi duduknya tidak akan menunduk secara ekstrim. Posisi duduknya kira – kira bisa dibayangkan mirip dengan Ninja 250 sehingga tergolong sebagai sport tourer. Dapat dikatakan sob, posisi duduknya nunduk tapi masih dalam taraf wajar untuk digunakan harian. Model motor ini cafe racer yang ganteng banget…

Okee deh sob, sekian dulu review singkat mengenai Interceptor dan Continental GT 650. Saya berharap banget ini motor dimasukkan ke Indonesia, tapi yah semua bergantung dengan RE Indonesia. Kalau pembaca giginetral ingin sekali mengetahui lebih detail mengenai kedua motor terbaru dari RE ini, dapat dicek langsung di website resmi RE yaitu, www.royalenfield.com sob. Sekian dan terima kasih sobat sekalian yang sudah membaca.

By: Axel Mahal for giginetral.com

Sumber gambar: royalenfield.com, google.com.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *