Test Ride Singkat Honda ADV150. Sesuai Ekspektasi !!!

Hello bro and sis, pada gelaran GIIAS 2019, Honda meluncurkan motor yang cukup membuat heboh yaitu Honda ADV150. Honda ADV150 tentunya dipamerkan kepada khalayak umum saat pameran dan ternyata AHM pun sudah menyiapkan 2 unit test ride Honda ADV150 untuk dites oleh peserta pameran. Tentunya, saya tidak akan melewatkan kesempatan ini dong, maka saya pun meluncur bersama teman saya ke GIIAS.

Sebelum kita bahas soal test ride, sebenarnya sudah banyak media, blogger, dan vlogger yang sudah terlebih dahulu mengetest si ADV150. Dari review yang telah saya baca, banyak sekali respon positif yang diutarakan para reviewer tersebut. Banyaknya hal positif yang diberitakan sangat membuat saya penasaran dan memiliki ekspektasi yang cukup tinggi mengenai ADV150. So, apakah ADV150 memenuhi ekspektasi saya…?? Yuk disimak review menurut giginetral.

Ergonomi

Kita bahas ergonomi dulu sob. AHM memasarkan ADV sebagai scooter urban adventure (bukan offroad adventure yahh..), sehingga motor ADV harus mempunyai ergonomi layaknya motor adventure pada umumnya. Yup, saya bisa katakan bahwa ADV memang mempunyai ergonomi layaknya motor adventure. Posisi kaki cukup rileks, layaknya skutik pada umumnya dimana posisi kaki sama seperti kita duduk dibangku kursi, namun pada ADV ini tidak bisa full selonjoran layaknya PCX sob. Buat saya yang tingginya 170cm, jika saya memaksa kaki selonjoran dengan meletakkan kaki di deck depan, maka kaki tidak bisa selonjoran dengan nyaman. Beikutnya, yang membuat posisi duduk di Honda ADV layaknya motor adventure adalah posisi setangnya. Setang di ADV diposisikan agak tinggi sejajar dengan perut dan jarak jangkauannya sangat dekat dengan badan. Setangnya juga lebar dan baplang. Posisi setang seperti ini otomatis akan membuat tangan gampang meraih setang, badan terutama area dada jadi terbuka, punggung menjadi tegap dan rileks yang muaranya menciptakan posisi badan yang rileks namun sigap untuk menghadapi rintangan dijalan. Posisi duduk seperti ini jelas enak banget buat touring jarak jauh. Tingginya setang ADV juga membuat pengendara ADV bisa berdiri dengan nyaman layaknya naik motor adventure beneran sob. Bicara tentang tinggi jok, ADV memiliki tinggi jok 795 mm yang membuat memiliki posisi duduk yang cukup tinggi dibanding motor matic sekelas. Buat saya yang tingginya 170 cm, sedikit jinjit lah diatas motor ini. Tapi tenang, tingginya jok motor ini tidak mengintimidasi sob.

Handling

Saya berani bilang kalau handling Honda ADV merupakan salah satu aspek positif yang unggul dari motor ini. Handlingnya buat saya juara banget sob. Dengan adanya posisi bangku yang santai dan posisi setang yang sejajar dengan perut, jangkauannya lebar, dan dekat dengan badan, memberikan kontribusi terhadap pengendalian ADV yang mantap pake banget. ADV merupakan motor yang gampang banget ditekuk ke kanan dan kekiri. Sangat nurut mengikuti kemana rider mengarahkan ADV. Jika anda sudah pernah mengendarai motor yang bergenre adventure seperti BMW GS, Kawasaki Versys 250, RE Himalaya, Honda Africa Twin dan lainnya, begitu anda naik diatas ADV dan mencoba meliuk – liuk, anda akan merasakan bahwa handling Honda ADV sangat mirip dengan handling motor – motor bergenre adventure pada umumnya.

Pengereman

Secara spek, pengereman ADV150 sudah cukup mumpuni untuk ukuran motor matic 150cc. Pengereman depan belakang sudah menggunakan rem cakram single disc, dimana untuk tipe ABS sudah dilengkapi ABS (Antilock Brake System) satu channel di roda depan yang berfungsi agar saat melakukan pengereman keras, roda depan tidak mengunci. Sedangkan untuk tipe CBS, remnya menggunakan sistem CBS (Comby Brake System) dimana ketika tuas rem depan dipencet, secara otomatis rem belakang juga ikut mengerem.

Nah, selama test ride ini, saya sendiri menggunakan ADV yang tipe tertinggi yaitu tipe ABS. Selama pengetesan, rem ADV150 bekerja dengan baik. Pengereman termasuk pakem dan tuas rem juga cukup ditekan sedikit, rem sudah mengigit kaliper dengan baik. Lalu adanya rem ABS dibagian depan, memastikan saat rem mendadak, ban depan tidak mengunci. Buat saya pribadi, rem standar ADV150 ini sudah sangat baik dalam melakukan tugasnya untuk mengurangi kecepatan.

Performa

Performa merupakan salah satu pertanyaan besar netizen dan penggemar roda dua mengenai tenaga mesin si ADV150. Maklum sob, karena memang mesin ADV150 ini merupakan mesin yang basisnya sama dengan sodaranya yang telah muncul duluan yaitu Honda PCX150. Kalau baca komen – komen di internet, banyak banget sob yang merasa khawatir bahwa performa akselerasi ADV akan sama halus dan “pelannya” dengan PCX. Nah, daripada berspekulasi, saya coba langsung saja dan geber – geber dikit waktu tes.

Ternyata ketika mengetes ADV150, feeling akselerasinya terasa berbeda sob. Kebetulan saya juga pernah mengetest PCX, maka saya kiranya masih ingat rasa tarikan dari si PCX. Saat membawa ADV150, saya rasakan ciri khas motor matic Honda tetap melekat di motor ini. Mesin ADV sangatlah halus dan lembut, ngak kerasa kasarnya dan getaran mesin sangatlah minim. Coba puter gas agak dalam, barulah terasa akselerasi yang berbeda dengan si PCX. Jika di PCX tarikan mesin 150cc-nya sangatlah lembut dan kenaikan tenaganya terasa linear, maka di Honda ADV, mesin 150cc-nya terasa lebih menendang akselerasinya ketimbang PCX. Tarikan awalnya terasa cukup kuat namun tetap lembut, ngak sampai menghentak gitu sob.

Akselerasi bawah ADV memang lebih terasa bertenaga dibanding PCX, namun ketika sudah sampai putaran atas, performanya terasa mirip dengan PCX. Setelah saya mengubek informasi tentang spesifikasi, ternyata memang diatas kertas. ADV memiliki torsi yang lebih besar 1 Nm dibanding PCX. ADV memiliki torsi sebesar 13,8 Nm, sedangkan PCX 12,8 Nm. Beda 1 Nm cukup berpengaruh juga yah. Kalo soal besara horsepower, justru ADV lebih kecil sedikit, dimana ADV memiliki 14,5 PS, sedangkan PCX 15,5 PS. Tapi tenang sob, perbedaan horsepower ini tidak terlalu terasa kok ketika dijalan. Pada intinya, untuk motor 150cc, performa mesin ADV150 cukup mumpuni untuk dan tidak terasa underpower.

Kesimpulan

Berdasarkan pengetesan singkat saya tentang ADV150 saya merasa apa yang ditawarkan oleh Honda lewat ADV150 adalah sebagai jawaban bagi mereka yang menginginkan motor matic 150cc yang memiliki tampilan lebih Adventure. Desain ganteng yang mengambil basis dari desain kakak besarnya si XADV 750, sukses membuat tampilan ADV sangatlah ganteng dan menarik mata sob. Posisi riding layaknya motor adventure menjadi nilai lebih untuk sektor handling. Motor jadi gampang ditekuk. Mesin pun udah cukup pas dengan settingan yang membuat ADV terasa lebih responsif. Jika anda menginginkan motor matic 150cc yang ganteng, banyak fitur, nyaman, dan mesinnya halus, maka Honda ADV150 bisa menjadi pilihan anda. Sekian sob review mengenai riding singkat Honda ADV150. Bisa saya katakan, bahwa Honda ADV150 sudah sangat memenuhi ekpektasi saya.

Kelebihan dan Kekurangan Honda ADV:

Kelebihan

  • Desain dan bentuk yang keren.
  • Fitur yang cukup berlimpah dikelasnya.
  • Handlingnya mantap dan nurut.
  • Posisi duduk yang nyaman layaknya motor adventure.
  • Akselerasi awal yang lebih bertenaga dari PCX.
  • Mesinnya sangat halus.
  • Harga yang kompetitif.
  • Jaminan nama besar Honda.
  • Ukuran bagasi 28 liter.

Kekurangan

  • Kaca depan (windshield) yang kurang tinggi.
  • Jok bangku masih terasa agak keras.

By Axel Mahal for giginetral.com

Sumber foto: google dan foto pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *