Yamaha XSR 155, Motor Terkecil Dengan “Heritage” Khas Yamaha

Bro and sis, buat anda yang suka mengikuti perkembangan motor, terutama motor besar, tentunya tidak asing dengan jajaran motor XSR series dari Yamaha. XSR series ini merupakan wujud desain motor Yamaha yang mencampurkan unsur retro dengan unsur modern yang sesuai dengan sejarah, atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai “heritage”, yang dimiliki oleh Yamaha. Dengan menggunakan basis motor MT-series, yaitu MT-07 dan MT-09, maka XSR Series pun terlahir dengan nama XSR-700 dan XSR-900. Setelah kelahiran dua motor tersebut, setelah beberapa tahun dan beberapa minggu yang lalu, akhirnya XSR series mendapatkan keluarga baru dengan mesin yang paling kecil, yaitu XSR-155.

Yap, beberapa minggu yang lalu, secara resmi Yamaha meluncurkan XSR-155 di Thailand, jadi bukan di Indonesia yah. Kenapa peluncuran perdananya di Thailand…?? Peluncuran dilakukan di Thailand karena di Thailand sendiri, Honda sudah mengeluarkan Honda CB150 Ex-Motion. Sehingga dapat dikatakan XSR-155 ini akan langsung berhadapan dengan CB150 Ex-Motion di Thailand.

Sebagai permulaan, kita bicarain dulu sob tentang basis yang digunakan oleh XSR-155 ini. Yamaha XSR-155 sendiri sebenarnya mengambil basis dari Yamaha V-ixion NVL. Makanya dapat bro and sis sekalian lihat, ciri – ciri dari V-ixion masih melekat di motor ini. Bagian yang paling kentara dan cukup jadi perdebatan adalah sasis deltabox-nya. Sasisnya yang berukuran besar membuat beberapa orang merasa desain XSR yang kental akan desain retro ini tercederai, bahkan ada yang sampai mengatakan motor ini lebih seperti V-ixion “berganti baju”. Untungnya Yamaha cukup pintar melihat hal ini, maka semua sasis yang ada pada XSR-155 dilabur dengan warna hitam, sehingga sasis deltabox tersebut tidak terlihat menonjol dalam desain keseluruhan.

Hal berikutnya yang juga menunjukkan bahwa basis XSR-155 adalan V-ixion adalah mesinnya. XSR-155 menggunakan mesin yang sama persis dengan V-ixion, yaitu mesin satu silinder 155cc dengan teknologi VVA, yang menghasilkan tenaga 19 hp pada 8900 rpm dan torsi 14,7 Nm pada 7000 rpm. Mesin ini dikawinkan dengan transmisi 6 percepatan yang sudah dilengkapi assist dan slipper clutch, jadi perpindahan giginya halus sob. Konfigurasi mesin dan transmisi ini selain digunakan oleh V-ixion, juga digunakan oleh MT-15 dan R15 V3. Mesin ini sendiri sudah terbukti merupakan mesin yang cukup kencang dikelasnya, memiliki konsumsi bensin yang cukup hemat dan daya tahan yang bagus. Jadi wajar saja, jika Yamaha menaruh mesin ini kedalam XSR-155.

Bicara soal desainnya, Yamaha memang berusaha menghadirkan roh XSR series ke dalam motor ini. Lihat saja sob, bentuk lampu yang bulat dibagian depan, dashboard sederhana yang bentuknya bulat, bentuk tangki yang mengikuti model tangki XSR series pada umumnya, jok-nya model tandem dan berbentuk seperti roti sobek, lampu belakang bulat, dan detail berlubang pada sisi cover knalpot. Segala perubahan ini, membuat XSR-155 memiliki desain yang retro modern sesuai ciri khas yang ada pada model XSR lainnya dan buat saya sendiri, Yamaha cukup berhasil menerjemahkan desain XSR kedalam motor kelas 155cc.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, XSR-155 merupakan motor retro modern yang lebih kental aura retronya. Maka tidak heran, motor ini juga memiliki fitur – fitur yang kekinian. fitur – fitur tersebut diantaranya adalah speedometer sudah full digital yang menampilkan berbagai macam informasi, suspensi upside down yang menjamin pengendalian yang mantap dan didukung oleh kuatnya sasis deltabox, assist and slipper clutch untuk memudahkan perpindahan gigi dan mesin dengan teknologi VVA yang bertenaga dan hemat bahan bakar. Fiturnya bisa dibilang kurang lebih sama seperti yang ada pada varian MT-15 dan V-ixion.

Di Thailand, Yamaha XSR-155 ditawarkan dalam 4 warna seperti yang sobat sekalian bisa lihat diatas. Warna merah putih dengan suspensi berwarna emas, warna silver dengan jok coklat dan suspensi berwarna hitam, warna full black, dan terakhir warna hijau tua dengan suspensi dan jok berwarna hitam. XSR-155 ini dilepas dengan harga THB 91.500 di Thailand. Kalo dikonversi ke rupiah sekitar 42 juta rupiah sob, which is, cukup mahal kalo masuk Indonesia dengan harga segitu. Oleh karena itu saya berharap kalau masuk Indonesia, harganya bisa ditekan diangka 30 jutaan. Sekian sob informasi mengenai XSR-155 dari saya. Bisa diambil kesimpulan, buat saya motor ini berhasil menangkap esensi dari XSR secara desain dan overall bentuknya cukup keren, apalagi motor ini bisa banget jadi calon motor yang sangat modifable atau customable. Oh yah, untuk kekurangannya saya belum bisa bicara banyak, karena motornya sendiri belum masuk Indonesia. Terima kasih bro and sis yang telah membaca, see you next article.

Spesifikasi Yamaha XSR-155

Engine

Pattern : 4-stroke, single cylinder, SOHC, 4 valves, water-cooled VVA technology
• cylinder volume : 155 cc
• Compression ratio : 11.6: 1, Max Power 19 hp @ 8.900 rpm, max Torque : 14.7 Nm @ 7.000 rpm
• Bore x stroke 58.0 x 58.7 mm.
• Lubrication system: Wet
• Fuel supply system : Injector
• Ignition system : T.C.I.
• Clutch system : Multi-sheet wet type
• Transmission system : Sport type, 6 levels
• Start system : Hand start with electric system
• Fuel : Unleaded gasoline Or gasohol (E10)
• fuel capacity : 10 liters
• Engine oil capacity : 0.85 liters (if there is no oil filter change), 0.95 liters (in case of changing oil filter)
• radiator capacity : 0.49 liters
• Radiator tank capacity : 0.15 liters
• spark plug : NGK / MR8E9

Frame type : Deltabox
• Caster angle / short distance : 25.7 ° / 89 mm.
• Width x Length x Height : 805 x 2,000 x 1,080 mm
• Height from floor to seat : 810 mm
• The distance from the floor to the machine : 170 mm
• Center range between wheels : 1,330 mm.
• Total weight of engine oil and fuel : 134 kg
• Super narrow turning radius : 2,200 mm.

By = Axel Mahal for giginetral.com

Gambar = google.com

Spesifikasi = Tmcblog.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *