rumor mengenai yamaha yang tetap menggunakan mesin 2 silinder dan tidak jadi menggunakan mesin 3 silinder pada generasi terbaru YZF-R25/3 (beserta opini saya)

halo sobat giginetral , dalam artikel kali ini saya akan membahas mengenai rumor tentang generasi terbaru yamaha YZF-R25/3 yang tetap menggunakan mesin 2 silinder dan bukan mesin 3 silinder seperti yang pernah dirumorkan terlebih dahulu, yap memang hal ini menurut saya sangat penting untuk dibahas, seperti yang dilansir melalui gridoto.com

“Dilansir dari Kojintekibikematome, Yamaha R25 generasi baru masih akan setia dengan mesin dua silindernya. Tentu saja dengan performa yang dioptimalkan lagi.Kabarnya R25 versi baru ini juga bakal punya transmisi yang lebih oke.Hmm mungkinkah akan dibekali assist dan slipper clutch?Selain itu desainnya juga akan benar-benar baru, disinyalir akan jadi lebih sleek atau lebih mengalir.Versi baru Yamaha R25 nanti dikabarkan akan nyomot desain milik Yamaha R6 yang di re-scale ke dimensi motor berkapaitas 250 cc”

https://www.gridoto.com/read/222093611/versi-terbaru-yamaha-r25-batal-pakai-mesin-tiga-silinder-tetap-pakai-dua-silinder-nih?page=all

yap melihat kabar seperti itu mungkin banyak fans yamaha yang kecewa dengan hal ini , ya bagaimana tidak ketika beberapa pabrikan jepang , yang serius menggarap motor sport 250cc dengan konfingurasi mesin 4 silindernya sebut saja kawasaki ZX-25R dan Honda rumornya CBR-250RR-R

Pic by : young machines

yamaha tetap pada pendiriannya untuk tetap pada opsi mesin 2 silinder WHY?? memang sebelumnya beredar rumor bahwa generasi YZF-R25/3 terbaru ini , akan menggunakan konfigurasi mesin 3 silinder, yang menurut saya oke juga yamaha menggunakan opsi dengan mesin 3 silindernya ketika  pabrikan lain mencoba dengan mesin 4 silindernya, akan tetapi seakan-akan rumor itu dibantah oleh romor yang mengatakan bahwa yamaha batal menggunakan mesin 3 silinder untuk generasi terbaru YZF-R25/3nya dan tetap pada opsi mesin 2 silindernya .

ilustrasi

hmm kalo menurut saya hal ini logis sih mengapa yamaha tetap pada opsi menggunakan mesin 2 silindernya di banding dengan mesin 3 silinder yang sebelumnya sempat dirumorkan, yap dari dulu pabrikan berlogo garpu tala ini memiliki budaya dalam pengembangan motornya yang dilakukan dengan cara atau jalannya sendiri  , hal ini memang terlihat dari beberapa motor sebelumnya  , tak usah jauh-jauh sih yaitu pada yamaha Allnew YZF-R15 V.3″ hmm oke’ mengapa saya bisa berkata seperti itu , ketika beberapa pabrikan Honda dan Suzuki ,mendevelop mesin 150ccnya dengan mesin yang totaly new seperti pada All new CBR150R dan Satria F150 nya , Yamaha tetap pede menggunakan mesin YZF-R15 old atau sama dengan basis mesin Vixion lawas namun dengan improvement dan penambahan fitur yang dibuat untuk menambahkan peforma,seperti  fitur VVA dan assisted & slipper clutch

memang mesin ini menurut saya dan kalangan pemerhati otomotif roda dua diIndonesia, melihat mesin ini sebenarnya sudah cukup lama dan tua, namun walau begitu mesin ini tetap dipakai di beberapa lineup motor 150cc yamaha hingga saat ini, namun mesin kuno bukan berarti tak bisa di improve kan’ hal inilah yang dilakukan pada mesin r15v3 ini , tanpa harus membuat mesin dari nol pun yamaha bisa menggali peforma mesin lama ini menjadi powerfull dan tetap bisa menyaingi kompetitor pada saat ini, dengan penambahan tekonlogi yang disematkan pada mesin lama ini pun mesin ini masih bisa bersaing.hal mungkin ini yang ini dilakukan yamaha pada generasi terbaru dari YZF-R25/3 ini , tanpa harus mendevelop mesin dari 0 pun yamaha bisa menggali potensi lebih dari mesin yang lama atau mungkin mesin 2 silinder generasi baru,hmmm hal ini menurut saya logis karena pengembangan mesin 2 silinder yamaha sudah ada dan hal ini tidak perlu memakan biaya yang cukup banyak dalam pengembangannya.

selain itu untuk melakukan pengembangan mesin baru 3 silinder atau 4 silinder, memang membutuhkan waktu yang sangat lama dan memakan cost cukup memakan biaya, apalagi mesin 3 silinder-atau 4silinder ini bermesin kecil yaitu 250/300cc , untuk menggali peforma dengan mesin berkapasitas kubukasi yang kecil ini tidaklah mudah dan harus memakan waktu yang lama dalam pengembangannya, apalagi hal ini berkaitan dengan durabilitas mesin itu sendiri ketika mesin berukubikasi kecil ini harus berkitir pada rpm yang tinggi untuk mendapatkan peforma yang optimal dan hal ini pun butuh research material yang menurut saya cukup lama dan memakan biaya yang besar dan tak worth it lah kata bahasa anak jaman skrg hehe :P, akan tetapi dengan mendevelop mesin yang sudah ada dan meningkatkan peforma mesin dari basis yang sudah ada, hal ini tak perlu memakan waktu yang lama dan memakan biasa research yang besar,dan.. menurut saya hal ini menjadi suatu perjudian untuk line up sport 250/300ccnya yamaha, mengapa saya berkata seperti itu ?

iya’ menurut saya hal ini terkait , posisi yamaha YZF-R25/3 di pasaran masuk dalam kategori entry level bike, dipasar luar negeri sana yamaha YZF-R3 menjadi entry level bike yang cukup diminati disana  , kecuali di Indonesia 😛 hehe , hal ini mungkin yang menjadi pertimbangan yamaha untuk tetap menggunakan opsi mesin 2 silinder agar YZF-R25/3 masih masuk dalam kategori entry level bike yang memiliki harga yang logis untuk sebuah motor entry level , bukan berarti yamaha tertinggal dengan kompetitior yang memiliki motor 250cc 4 silinder, tetapi dengan mengubah posisi yamaha YZF-R25/3 ini dengan menggunakan opsi mesin tersebut membuat motor ini sudah tidak terjangkau lagi untuk kalangan entry level. dan menurut saya jika seandainya yamaha tetap menggunakan opsi mesin 3 silinder atau 4 silinder sekalipun pada YZF-R25/3 nya , hal ini justru akan mengubah brand yang melekat pada R25/3 itu sendiri , tanpa embel-embel seperti kawasaki yang menggunakan nama ZX-25R pada motor 250cc 4 silindernya dan honda pada CBR250RR-R yang dirumorkan menggunakan mesin 4 silindernya, dan bukan tak mungkin yamaha harus menggunakan nama lain apabila seandainya tetap menggunakan mesin 3 silindernya seperti YZF-R3 M/YZF-R3 R mungkin (koq maksa yah ) 😛 walaupun begitu motor entrylevel akan tetap menjadi opsi pabrikan untuk menjual produknya agar dapat menyentuh konsumen kalangan entrylevel tersebut yang bisa disebut menjadi money maker dalam pasar motor berkubikasi kecil, walau kita belum mengetahui harga ZX-25R dari kawasaki itu apakah bisa tak terlalu mahal sih beda cerita, tapi apakah kalian tetap menggunakan motor 4 silinder untuk harian ??? alasan lainnya adalah balik lagi ke budaya yamaha yang ingin mendevelop motor dengan jalannya sendiri , yaitu dimana motor 2 silinder yamaha ini masih belum digali potensinya dan kemungkinan bisa di tambahkan fitur seperti VVA, slipper clutch, dan riding mode atau lebih-lebih dangan mesin CP 2 seperti yang dipakai MT-07 mungkin?? (hanya tuhan dan yamaha yang tau 🙂 ) sebenarnya  dengan mesin yang sudah ada yamaha tak perlu mendevelop motor dari 0 dengan menggunakan sasis yang ada optimalkan saja peformanya dan sematkan fitur-fitur yang bagus’ menurut saya YZF-R25/3 bakal menjadi motor entrylevel yang masih diminati tanpa harus merasa ketinggalan zaman dalam hal konfigurasi mesin namun dengan harga yang masih bisa menyentuh kaum entrylevel hehe,lagipula pabrikan Honda dan Kawasaki pun bisa mengoptimalkan peforma mesin 2 silindernya yang bisa menyentuh angka 38-40 Horsepower (Bahkan rumornya CBR250RR facelift tembus 41 hp ) O_o nah bukan berarti pabrikan sekelas yamaha tidak bisa mendevelop mesin dan mengoptimalkan peforma mesin 2 silinder ini toh hehe.

akan tetapi seandainya yamaha membuat motor berubikasi 250cc/300c dengan opsi  mesin 3 silinder, yamaha harus memberi nama brand yang berbeda pada dan pasti diproduksi dalam unit yang tidak banyak dan terbatas hmm., akan tetapi kita sebagai konsumen sebenarnya tidak bisa berbuat banyak dalam mempengaruhi, produk apa yang harus dikeluarkan terutama kelas 250cc ini penjualan yamaha cukup lesu di Indonesia, sama seperti pada kasus YZF-R25 facelift yang dimana konsumen banyak yang kurang puas dengan perubahannya minornya, ya mau gimana ‘ pabrikan jika ingin merubah suatu model dengan keinginan pasar pada suatu wilayah tertentu , mereka harus melihat potensi apakah motor yang akan didevelop akan laris manis, namun kisahnya berbeda karena YZF-R25/3 lebih laris di luar negeri dibanding disini, maka kiblat development YZF-R25/3 pun mengikuti keinginan pasar luar yang dimana pasarnya disana lebih menjanjikan dari pada disini, namun tak bisa dipungkiri ,bisa saja YZF-R25/3 3silinder ini jadi cuma angan-angan konsumen saja, melihat potensi pasar yang kurang menjanjikan dan pabrikan tidak mau melakukan suatu perjudian dengan motor yng mereka develop dengan biaya yang besar dan memakan waktu yg lama .

at least sekali lagi ini sekedar opini saya dalam menanggapi keputusan yamaha dalam tetap menggunakan mesin 2 silinder, dan ini pun masih sekedar rumor yang masih belum tentu benar, bisa saja salah dan bisa saja benar, tapi menurut kalian gimana tim yang kecewa kah atau tim yang biasa saja menanggapi rumor ini ?? tolong kasi komentar nya ya haha

sekian and keep safety riding guys

By Made Wira for giginetral.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *