Qooder First Ride Review: Big Scooter 4 Roda yang Unik

Hello pembaca sekalian, pada hari Minggu tanggal 6 Desember 2020 kemarin, saya mendapat kesempatan untuk mencoba motor matic besar bernama Qooder yang sangat unik. Sangat unik, karena tidak seperti umumnya motor yang memiliki roda 2 atau roda 3, Qooder memiliki roda 4 layaknya seperti sebuah mobil. 4 roda ini yang menurut saya, mengendarai Qooder memiliki keunikan tersendiri dan butuh adaptasi khusus. Yuk, kita bahas mengenai motor yang berasal dari Swiss ini.

BACKGROUND

Sedikit background mengenai Qooder, motor ini aslinya berasal dari Swiss yang berasal dari perusahaan motor bernama Quadro. Di luar negeri, Quadro menamai motor ini dengan sebutan Quadro4, yang sesuai namanya, motor ini memiliki 4 roda layaknya sebuah mobil. Penamaan Quadro4 ini akhirnya diubah ketika memasuki pasar Asia dengan nama yang lebih simple yaitu Qooder. Pada tahun 2019, Qooder akhirnya masuk ke pasar Indonesia melalui PT. Gforce Republic dan motor ini cukup diterima dengan baik oleh pasar motor besar di Indonesia.

DESAIN

Kita mulai dengan bahas desain dulu sob. Menurut saya desain Qooder memiliki desain formula yang mirip dengan big scooter pada umumnya. Bagian depan yang gemuk berisi dan wajah mirip-mirip jetski, dek kaki di tengah, dan bagian ekor yang besar dan lebar dibelakang. Kalo lihat motor ini, mengingatkan kita pada desain motor matic besar beroda 3 seperti Piaggio MP3. Soal desain memang masalah selera, tapi menurut saya pribadi desainnya cukup ganteng dan lebih ke arah kalem. Bagi saya, yang justru bikin motor ini standout desainnya adalah ukurannya yang besar kehadiran roda 4 yang membuat orang melirik melihat motor ini.

SPESIFIKASl

Qooder secara spesifikasi memiliki specs mesin yang cukup mumpuni untuk menggendong bobotnya yang sampai 280 kilogram ini. Qooder menggunakan mesin satu silinder SOHC (single overhead cams) yang berkapasitas 398 cc, yang menghasilkan tenaga sebesar 31,92 hp pada 7000 rpm dan torsi sebesar 38,50 Nm pada 5000 rpm. Mesin ini dikawinkan dengan penggerak CVT layaknya matic pada umumnya, namun yang berbeda, CVTnya ada dua kiri kanan alias double CVT yang menggerakkan dua roda belakang, yang dihubungkan oleh sabuk (belt).

Namanya mesin satu silinder ber CC besar, mesin ini memiliki karakter yang getarannya saat keadaan idle (diam) cukup kerasa. Apalagi getaran mesin makin kerasa ketika awal saya memutar gas dari keadaan diam. Namun, ketika motor sudah melaju, getaran ini menjadi lebih pelan dan halus.

Soal tenaga, mesin ini saya rasa cukup bertenaga, walau tenaganya enggak buas-buas amat yah, tidak seperti moge sport yang tenaganya naik cepat. Aliran tenaga dan torsi terasa naik secara bertahap sesuai bukaan gas yang kita putar. Bisa dibilang, tenaganya cukup besar, tapi enggak sampai menjambak banget dan sangat manageable (mudah dikendalikan).

SUSPENSI

Berbicara soal Qooder yang punya empat roda, maka kita harus menaruh perhatian khusus terhadap suspensinya, karena suspensinya unik dan canggih, beda banget dari motor kebanyakan. So, Qooder mengunakan teknologi suspensi HTS (Hydraulic Tilting System), yang artinya keempat roda ditopang oleh suspensi hidrolik yang bergerak secara independent (sendiri-sendiri). Ini makanya jika kita melihat suspensi Qooder, kita tidak akan menemukan Per yang biasanya ada di suspensi pada umumnya.

Sobat bisa lihat pada foto diatas, bahwa suspensi setiap roda bersifat indpendent yang artinya setiap suspensi bisa naik turun sendiri tanpa mempengaruhi suspensi lainnya. Dengan sistem suspensi seperti ini, membuat Qooder akan mudah melewati jalan yang rusak dan tidak rata, serta lebih stabil ketika menikung. Efek lainnya juga, tentunya akan membuat berkendara dengan motor ini menjadi lebih nyaman layaknya duduk diatas sofa. Dijamin punggung dan badan akan nyaman untuk perjalanan jarak jauh menggunakan Qooder.

PENGEREMAN

Sebagai motor beroda empat, pengereman Qooder tentulah harus mumpuni. Keempat roda Qooder memiliki rem cakram dimasing-masing rodanya yang berukuran 240mm. Rem ini sudah diberikan teknologi ABS (antilock brake system), sehingga rem tidak akan mengunci saat rem mendadak. Sayangnya, traction control tidak hadir di motor ini.

Pengereman Qooder ini juga cukup unik karena selain rem tangan, juga terdapat rem kaki disebelah kanan dan ada mekanisme penguncian yang mencegah motor ini jatuh kesamping. Bila dijabarkan fungsi rem masing-masing bisa saya jabarkan sebagai berikut:

– rem tangan kanan: tuas ditekan, maka yang mengerem adalah rem depan sekaligus rem belakang.

– rem tangan kiri: tuas ditekan, maka yang mengerem bagian depan saja. Tekan lebih dalam lagi, maka motor mengunci suspensi supaya tidak miring kesamping. Lepas tuas, maka suspensi tidak akan terkunci lagi.l

– rem kaki : diinjak, maka yang mengerem adalah rem belakang.

– tuas merah: berfungsi mengunci suspensi supaya motor tidak miring saat diparkir. (Dipakai saat parkir saja)

– rem tangan: berfungsi agar motor tidak maju mundur ketika parkir.

Yapp, cukup agak ribet memang waktu menghafal fungsi dan mekanisme pengunciannya, namun nanti akan terbiasa kok. Oh yah, catatan khusus, mekanisme penguncian oleh rem tangan sebelah kiri, akan berfungsi ketika kita berhenti di permukaan jalan yang datar. Jika kita berhenti dijalan yang miring, maka kaki harus turun untuk menopang motor. Jadi walau rodanya empat, enggak berarti motor ngak akan jatuh yah. Motor ini masih bisa jatuh kok hehe…

Untuk parkir sendiri, tuas merah bisa difungsikan di segala kondisi jalan. Jadi ketika misalnya kita parkir motor ini dijalan miring, suspensi motor tetap bisa dikunci sehingga motor tidak akan miring dengan tuas merah ini.

Jadi inget sob, rem tangan kiri untuk penguncian suspensi sementara ketika kita berhenti sebentar seperti saat lampu merah, sementara tuas merah untuk mengunci suspensi saat parkir dalam waktu yang lama.

FITUR – FITUR

Soal fitur, Qooder memiliki fitur yang cukup lengkap, hanya bukan yang terlengkap dikelasnya dan di beberapa bagian masih ketinggalan. Dari depan, untuk lampu masih halogen biasa belum LED. Windshield besar, tapi sayangnya belum bisa diatur ketinggiannya alias fix. Bagian dashboardnya merupakan kombinasi dari analog dan layar digital standar. Terpadat speedometer (satuan km/h dan m/h) dan tachometer analog menggunakan jarum. Layar ditengah menampilkan info indikator bensin, kilometer, suhu, dan jam. Sayangnya tidak ada indikator konsumsi bensin rata-rata nih. Uniknya, disebelah kanan dashboard terdapat lampu indikator rem tangan dan indikator penguncian suspensi.

Soal akomodasi, untuk matic sebesar ini hanya terdapat satu bagasi yang ada dibawah jok belakang, yang bagasi ini cukup besar hanya sepertinya tidak muat helm. Yahh fitur motor ini masih okelah, namun saya rasa kedepan, ada banyak hal yang sekiranya bisa dikembangkan oleh Qooder terkait soal fitur. Btw, suara klaksonnya kekecilan untuk motor sebesar ini.

TEST RIDE

Okee daritadi kita bahas soal motornya, saatnya kita membahas soal test ride menggunakan Qooder. Sebelum naik, saya diberikan briefing dulu oleh sales sebelum saya membawa motor ini jalan. Briefnya sendiri tentang pengenalan mengenai fitur dan fungsi tombol serta tuas yang terdapat di Qooder. Salesnya sendiri menekankan bahwa bagi rider yang pertama kali bawa Qooder, disarankan untuk melakukan pembiasaan dulu terhadap motornya, dan ketika bawa harus dengan mindset “walau beroda 4, motor tetap bisa jatuh”. Mindset ini diperlukan agar kita tetap siagakan kaki ketika berhenti dijalan.

Rute test ride Qooder saya kali ini berawal dari Gade Coffee, masuk ke jalan Antasari riding sampai ujung Antasari lalu muter balik kembali ke Gade Coffee. Rutenya cukup panjang buat mengetes power dan speed motor ini.

Mulai dari posisi duduk sob, duduk diatas Qooder termasuk nyaman banget. Kombinasi jok tebal, posisi setang yang netral (enggak terlalu dekat, enggak jauh juga), dan posisi kaki yang seperti duduk di bangku, menciptakan posisi berkendara yang netral dan rileks. Enak nih buat jalan jauh, hanya sayangnya kaki tidak bisa selonjoran jika ingin lebih rileks.

Turun ke jalan, tentunya saya memutar gas perlahan untuk adaptasi dengan motornya. Setelah terbiasa dijalan lurus, saya menghadapi tikungan pertama dengan Qooder dan disini saya merasakan keunikan menikung dengan Qooder yang punya roda 4. Tidak seperti naik motor biasa dimana, anda bisa merasakan langsung jalanan yang anda lalui, dengan Qooder, saya merasa seperti menikung diatas ayunan. Saya tidak merasakan jalan yang ada dibawah saya. Rasanya seperti kontur jalan diresap dengan baik oleh suspensi Qooder. Ketika awal berbelok juga terasa agak berat, apalagi untuk mengarahkan motor ini dibutuhkan pergerakan badan agar lebih lincah. Tapi, begitu saya sudah beradaptasi dengan karakter menikungnya, itu menikung miring pede banget sob. Kehadiran keempat roda memastikan traksi maksimal yang tidak akan anda dapat ketika mengendarai motor roda dua. Menikung miring terasa pede abis karena ada 4 roda yang menopang anda.

Soal kenyamanan, Qooder ini termasuk motor yang sangat nyaman. Suspensi independent hidrolik dapat meredam guncangan getaran dari jalan dengan sangat baik. Yang bikin lebih enak lagi, kalau ketemu lubang atau jalan rusak tidak perlu khawatir sob. Satu ban masuk lubang, sisa ban lainnya akan menopang motor dengan sangat baik. Asli dah, serasa naik mobil dengan suspensi ala – ala mobil Eropa.

Bicara soal rem, sebenarnya rem Qooder sendiri cukup mumpuni. 4 cakram di masing-masing roda dapat menghentikan motor berbobot 280 kg ini cukup baik. Namun yah itu, saya merasa rem ini agak terlalu lembut jadi menekan tuas mesti agak dalam dan mesti jaga jarak untuk mempersiakan diri melakukan pengereman.

Terakhir, beberapa hal yang perlu diperhatikan buat anda ketika ingin mengendarai Qooder, terutama seperti saya yang baru pertama kali mencoba, adalah saat melakukan puter balik dan ketika ingin menyalip terutama saat macet. Ketika ingin berputar balik, anda harus mengambil ancang-ancang yang cukup lebar untuk berputar balik karena radius putar motor ini cukuplah lebar. Lalu, ketika anda ingin menyalip kendaraan lain atau mencari celah di kemacetan, hal yang harus dipahami adalah bahwa motor ini lebar. Akibatnya, ketika ingin menyalip kendaraan, saya harus memperhitungkan dengan baik lebar celah dan ekor Qooder agar tidak menyenggol kendaraan lain. Ketika macet pun, saya mau tidak mau harus ikut mengantri dengan mobil sob. Lebar motor ini, akan membatasi pergerakan anda ketika macet, sehingga tidak bisa mencari celah dengan mudah.

KESIMPULAN

Overall, buat saya pribadi, saya suka dan senang dengan Qooder ini. Buat saya ini motor memberikan pengalaman unik yang berbeda dari motor pada umumnya. Jelas 4 roda menjadi keunikan, pembeda, daya tarik, dan nilai jual yang membuat Qooder berbeda. Terlepas dari segala kekurangannya (rem yang lembut, fitur yang agak kurang, dan suara mesin yang kasar), Qooder is a really fun and quirky big scooter.

So, jika anda mencari motor besar scooter yang unik, ingin tampil beda, nyaman pake banget, dan kebetulan mempunyai uang 357 juta rupiah didompet anda, maka Qooder bisa jadi pilihan yang patut anda pertimbangkan. Thank you sudah membaca and I see you next time.

By Axel Mahal for giginetral.com

Special thanks buat Qooder Indonesia yang mengadakan acara test ride dan memberikan saya kesempatan test ride. Semoga ajah ada kesempatan test ride lagi soalnya masih kangen ama Qooder hehehe…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *